Sosok Pencetus Tradisi Lebaran Ketupat
Gietbram
May 23, 2017
0
Dito Alif Pratama dalam artikelnya
“Lebaran Ketupat dan Tradisi Masyarakat Jawa” mengungkapkan lebaran
ketupat pertama kali dikenalkan Sunan Kalijaga.
Saat itu Sunan Kalijaga menggunakan dua istilah, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran adalah perayaan Idul Fitri yang diisi dengan shalat Id dan silaturahim.
Sementara Bakda Kupat dilakukan
tujuh hari setelahnya. Masyarakat kembali membuat ketupat untuk
diantarkan kepada sanak kerabat sebagai tanda keberasamaan.
Tradisi ini juga tetap lestari di komunitas Muslim Jawa di berbagai daerah seperti Muslim di Kampung Jawa Todano di Minahasa.
Tradisi mengantarkan makanan ini juga teradapat di Motoboi Besar, Sulawesi Utara dan di Bali. Muslim Bali atau Nyama Selam (saudara yang bergama Islam) melakukan tradisi ngejot yakni mengantarkan makanan ke tetangga menjelang Idul Fitri.
Mengutip “Malay Annal of Semarang and
Chrebon' oleh H.J de Graaf,” - Listya Ayu Saraswati dan P. Ayu Indah
Wardhani dalam makalah mereka “Perjalanan Multikultural Dalam Sepiring
Ketupat Cap Go Meh” menulis ketupat sudah dikenal masyarakat Jawa pada
abad ke-15 seiring penyebaran Islam yang dilakukan Wali Songo (sembilan
wali) di Pulau Jawa.
Lebaran ketupat yang dirayakan pada 8
Syawal ini merupakan bentuk menyisipan nilai Islam dalam budaya lokal.
Misalnya pada Perang Topat (perang ketupat) di masyarakat Islam Suku
Sasak.
Perang Topat sebenarnya bertepatan
dengan upacaya pujawali umat Hindu yang diperingati pada bulan keenam
Kalender Bali. Bagi masyarakat Islam Sasak, Perang Topat merupakan
peringatan masuknya Islam di sana. ( Sumber : Republika )
No comments